Tanggapan dari “Keesaan Allah dan Keilahian Kristus”


Tanggapan dari “Keesaan Allah dan Keilahian Kristus”

Shalom..
Oh, ternyata dari Fakultas Sastra. Saya bisa maklum kalau Anda belum paham tentang keIlahian Yesus. Selanjutnya silakan dengarkan audio penjelasan berikut:
http://www.4shared.com/file/104572348/17c4e607/iscs01.html
http://www.4shared.com/file/108765070/1aab59d9/iscs02.html
http://www.4shared.com/file/110415515/f1a1287c/iscs03.html

atau versi compressed:
http://www.4shared.com/file/149363068/91acf82e/iscs01_low.html
http://www.4shared.com/file/149380825/28e701a0/iscs02_low.html
http://www.4shared.com/file/149387476/58546582/iscs03_low.html

Semoga bisa mempermudah dalam pemahaman dan semoga di kemudian hari tidak membuat tulisan yang menyesatkan seperti ini lagi.

Tuhan YESUS memberkati

Jawab:

Salam,

Sebelumnya, terima kasih banyak untuk rujukan audionya, Bung Orang Kristen! Saya sudah unduh ketiga rekaman presentasi yg Saudara kasih & sudah mendengarkan semuanya dari awal sampai akhir berkali-kali, mencoba benar-benar memahami di bagian mana dari isi artikel saya sebelumnya yang berbeda dengan isi presentasi dalam rekaman, supaya tidak ada saling mispersepsi dalam memahami maksud yang disampaikan satu sama lain.

Sebenarnya saya berharap Saudara bisa menunjukkan secara jelas di bagian mana Saudara tidak setuju dengan uraian yang saya tulis di artikel sebelumnya supaya mispersepsi yang ada di sini bisa diuraikan dengan lebih mudah.

Sejauh yang saya cerna dari ketiga presentasi tersebut, saya berani bilang bahwa uraian yg saya tulis dengan isi ketiga rekaman tidak 100 persen berbeda.

Secara umum, baik uraian yang saya tulis maupun ketiga presentasi sama-sama berbicara perihal keesaan Allah dan bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih memiliki kodrat Ilahi karena (bukan aspek kemanusiaan yg memiliki raga, jiwa & sukma) Ia adalah Firman Allah.

Secara khusus, yang menjadi perbedaan dalam penguraian tentang kedua hal di atas yaitu bahwa dalam tulisan saya, secara langsung saya menyatakan bahwa Yesus atau Isa Almasih itu bukanlah Allah {jika Saudara benar-benar membaca dan memahami, Saudara pasti memahami bahwa yang saya maksud yaitu Yesus Kristus tidak dapat disebut sebagai BAPA (berikut penjelasan lebih lanjut tentang kode bahasa di bawah)}; sedangkan dalam presentasi tidak terdapat penegasan langsung bahwa Yesus Kristus bukanlah Allah (BAPA).

1. Allah itu Esa

Ada banyak referensi ayat yang menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, di antaranya:

–          1 Kor 8:6a namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup.

–          Yoh 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Esa yang berarti satu juga berarti bahwa tidak ada yang seperti Allah (tidak dapat disamakan dengan ciptaan-Nya, tidak terbagi-bagi atas pribadi-pribadi, zat-zat, atau substansi-substansi, yang merupakan sifat ciptaan) dan tidak ada Allah lain di samping-Nya:

–          Yes 44:24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; “Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi — siapakah yang mendampingi Aku?

–          Yes 45:14 Beginilah firman TUHAN: “Hasil tanah dari Mesir dan segala laba dari Etiopia dan orang-orang Syeba, orang-orang yang tinggi perawakannya, akan pindah kepadamu dan menjadi kepunyaanmu, mereka akan berjalan di belakangmu dengan dirantai; mereka akan sujud kepadamu dan akan membujuk engkau, katanya: Hanya di tengah-tengahmu ada Allah, dan tidak ada yang lain; di samping Dia tidak ada Allah!

–          Yes 46:9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

Inilah yang menyebabkan saya memilih untuk tidak menggunakan istilah Tritunggal atau Trinitas meskipun istilah ini sudah digunakan sejak konsili Nicea (325 M) untuk menyikapi pertentangan tentang Kristologi. Hal ini hanya untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut tentang interpretasi-interpretasi yang menyatakan bahwa Allah itu terdiri dari tiga pribadi.

Allah atau Bapa (orang Kristen biasa menyebut-Nya karena sifat-Nya yang ke-Bapakan & mengayomi) adalah satu-satunya Tuhan, tidak ada Ilah lain dan tidak ada yang menyerupai DIA. Roh Kudus bukanlah Tuhan Ketiga. Itu jelas salah besar karena itu jelas-jelas tidak menyatakan keesaan Allah. Roh Kudus sebenarnya adalah Rohul Kudus atau Roh Sang Kudus, bukanlah Roh yang Kudus. Dari sini nampak jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus ini merupakan dzat Allah, hakikat Allah, bukan substansi-Nya.

2. Yesus Kristus (Isa Almasih) bukan Allah

Seperti yang telah saya uraikan di tulisan sebelumnya, yang menjadi sebab utama timbulnya kesalah pahaman tentang keIlahian dan keesaan Allah adalah perbedaan kode bahasa Indonesia umum, Ibrani, Yunani, Arab, Ingris (King James Version), LAI-TB, dan bahasa Aram dalam merujuk ALLAH/TUHAN danYesus Kristus.

Indonesia Umum Ibrani Yunani Arab Inggris (KJV) LAI-TB
TUHAN/Gusti YHWH Kurios Rabb/Allah LORD Allah
Ilah/Tuhan Elohim (yg umum dipakai) Theos Ilah GOD Allah
  Ha-Elohim Ho-Theos Al-Ilah/Allah The God Allah
Tuan/Junjungan/Raja/

Penguasa/Guru

Adonay Kurios rabb/sayyidina Lord Tuhan

 

Jika kita bandingkan langsung dari 1 Kor 8:6

  • Versi LAI TB:

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

  • Yunani

αλλ ημιν εις θεος ο πατηρ εξ ου τα παντα και ημεις εις αυτον και εις κυριος ιησους χριστος δι ου τα παντα και ημεις δι αυτου

all hēmin hīs theos ho patēr eks hū ta panta key hēmīs īs awton key hīs kurios iēsūs khristos di hū ta panta key hēmīs di awtū

  • Inggris KJV

Yet for us there is God, ‘the Father’, of whom are all things, and we for Him; and one Lord Jesus Christ, through whom are all things, and through whom we live

  • Bahasa Indonesia umum

Namun bagi kita hanya ada satu Ilah (Tuhan) saja, yaitu : ‘Sang Bapa’, yang dari-Nya segala sesuatu berasal dan yang untuk-Nya kita hidup;

dan satu Sayyidina (Tuan) saja, yaitu : Isa Al Masih, yang melalui Dia itulah segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita ada.

Perbedaan lain antara uraian yang saya tulis dengan isi presentasi adalah uraian saya menyebutkan bahwa padanan kata kurios untuk merujuk Yesus Kristus adalah Tuan (Junjungan/Guru); sedangkan presentasi menyebutkan bahwa pembicara tidak menyamakan Yesus dengan Tuan (di sini tidak diuraikan lebih lanjut tentang makna Tuan sebagai Junjungan atau Guru atau orang yang memiliki jabatan superordinat/di atas, selain makna Tuan sebagai sapaan untuk pria {yg diberi contoh melalui kisah perempuan Samaria yang bertemu dengan Yesus di Yoh 4:11})

Bahasa Ibrani kurios memang memiliki makna ganda; yaitu bisa berarti Tuhan atau juga Tuan (dalam bahasa Indonesia umum). Pembicara mungkin tidak mengartikan sebagai Tuan untuk membedakan Yesus yang hakikatnya Ilahi dengan Tuan/guru/junjungan/manusia biasa.

Di uraian ini kurios yang merujuk kepada Yesus tidak diartikan sebagai Tuhan karena kembali ke perbedaan kode bahasa bahasa Indonesia umum dengan bahasa LAI-TB, Ibrani, Yunani, Arab, & Inggris tadi. Hal yang utama yaitu bahwa kurios ini bermakna suatu jabatan yang dianugerahkan Allah kepada-Nya. (Kis 2:36)

LAI TB

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Bahasa Indonesia umum

2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Isa, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuan dan Al Masih.”

Jika kita serta merta menyatakan Yesus adalah Tuhan, maka orang-orang di luar Kristen (yang tidak familiar dengan sebutan Tuhan bagi Yesus) juga akan menganggap bahwa Yesus adalah Ilah lain selain Allah (padahal kenyataannya sama sekali bukan seperti itu). Tafsiran-tafsiran seperti itulah yang biasanya menyebabkan kesalah pahaman tentang keesaan “Allah-nya orang Kristen”.

3. Jadi, siapa Yesus Kristus atau Isa Almasih itu?

Seperti yang sudah saya jabarkan di tulisan sebelumnya, dan yang tidak akan kita sangkal, Yesus adalah Firman Allah (Yoh 1:1-3). Karena Yesus adalah Firman Allah atau Ilmu Allah, maka hakikat-Nya Ilahi. Dalam aspek kemanusiaan-Nya, jelas Yesus bukan Ilah; namun dalam aspek-Nya sebagai Firman-Nya dan sebagai Anak Allah yang menjelma langsung dari Allah tanpa proses peranakan biologis, Yesus sehakekat dengan Allah, yang adalah ilahi dan tidak dapat dipisahkan dari Allah.

Dari aspek-Nya sebagai Firman, jelaslah Yesus itu berhakekat seperti Allah, yaitu ilahi. Penyembahan kepada-Nya juga didasari oleh segala kuasa yang telah diletakkan di bawah kaki-Nya oleh Allah (Bapa) karena ketaatan-Nya dalam melakukan tugas yang diberikan oleh Bapa sebagaimana Ia telah diutus. (Mat 28)

 

 

Nah, Bung Orang Kristen, saya harap kita bisa dan mau sama-sama belajar mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Hal-hal seperti ini menurut saya tidak pantas untuk diperdebatkan karena dalam suatu perdebatan pastinya ego yang akan berperan lebih banyak dibanding hikmat. Debat tidak pernah dapat memberikan jalan keluar yang terbaik selain menyisakan ego dan ketidakpuasan. Semoga uraian di atas juga bisa membantu Saudara.

Terima kasih!

About little mind

just a little man struggling to be a great man

One comment

  1. Ralat: Istilah Trinitas sudah muncul jauh sebelum KOnsili Nicea 325 M. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Tertulianus (160-220M).
    http://www.studycycle.net/2010/07/trinitas-siapa-kapan-dimana-terkait.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: